Perbedaan Sirosis dan Kanker Hati

Sama-sama Penyakit Hati, Ini Perbedaan Sirosis dan Kanker Hati

Perbedaan sirosis dan kanker hati – Bila mencari persamaan tentang sirosis dan kanker hati mungkin yang paling mudah adalah sama-sama menyerang organ hati dan keduanya tergolong sebagai penyakit hati kronis yang dapat mengganggu kesehatan seseorang.

Lantas, apa bedanya sirosis dan kanker hati?

Bahaya mana sirosis dengan kanker hati? Mau tau? Yuk kita temukan jawabannya di sini.

Perbedaan Sirosis dan Kanker Hati

Sirosis dan Kanker Hati, Penyakit Liver Kronis

Sebenarnya sirosis ataupun kanker hati tergolong sebagai jenis penyakit hati kronis yang berbahaya dan dua-duanya harus diwaspadai olah kita semua.

Meski keduanya sama-sama menyebabkan peradangan hingga merusak hati, tetapi tak sedikit orang yang beranggapan jika sirosis hati dan kanker hati atau hepatoma itu sama.

Namun tahukan Anda? Jika sirosis dan kanker hati itu berbeda.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK), sirosis hati ialah suatu kondisi di mana sel-sel hati rusak permanen hingga memunculkan jaringan parut.

Tumbuhnya jaringan parut ini kemudian menyebabkan organ hati tidak lagi berfungsi secara normal, entah dalam mencerna makanan hingga melawan infeksi.

Sirosis hati biasanya terjadi pada orang yang terinfeksi virus hepatitis B atau C, pada orang yang sering minum alkohol, makan-makanan laut mentah serta minum obat-obatan secara berlebihan.

Akibatnya, karena zat-zat asing dan berbahaya tersebut masuk ke tubuh membuat hati menjadi kewalahan untuk menyaringnya. Sehingga terjadilah peradangan dan fungsi hati menjadi rusak. (Baca : Cara mencegah kerusakan hati)

Jika sudah mengalami sirosis dan tidak segera diobati, penyakit tersebut berpotensi besar mengalami hepatoma alias kanker hati.

Seperti yang dikatakan oleh seorang dosen Kedokteran sekaligus pimpinan bidang Hepatologi di University of Connecticut Medical Center di Amerika Serikat, George Y. Wu, MD, PhD mengungkapkan jika orang yang mengalami sirosis hati 40 persen berisiko lebih tinggi terkena kanker hati di masa depan.

Sedangkan kanker hati terjadi ketika sel yang abnormal tumbuh dengan cepat di hati.

Seperti yang telah dijelaskan tadi jika kanker hati merupakan efek dari penyakit sorisis yang tidak ditangani dengan cepat dan sudah terlanjur parah.

Nah, ketika sel-sel hati mulai digantikan oleh jaringan parut, organ hati secara otomatis akan mencoba menyembuhkan dirinya sendiri dengan menciptakan sel-sel baru.

Akan tetapi, semakin banyaknya sel-sel baru yang dibuat oleh hati maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya mutasi sel hati. Dan lama-lama, sel-sel ini akan berubah menjadi sel kanker yang menggerogoti hati dan timbullah berbagai gejala kanker hati .

Jadi perbedaannya, jika:

  1. Sirosis hati terjadi pada keseluruhan organ hati, tetapi kanker hanya pada tempat di mana awalnya sel kanker berkembang.
  2. Kanker hati bisa disebabkan oleh sirosis (sirosis hati dapat memicu kanker hati)
  3. Sirosis merupakan fibrosis hati, sedangkan kanker hati adalah pertumbuhan sel-sel pada organ hati yang tak terkendali
  4. Hati yang terkena sirosis tidak dipotong, tetapi penyakit kanker dapat dihilangkan dengan melakukan reseksi hati parsial.

Pada intinya, sirosis hati merupakan salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati. Terlebih jika sirosis tidak segera diobati dengan cepat dan maksimal.

Meski keduanya bisa diatasi dengan pencangkokan hati. Tetapi sebaiknya Anda mulai melakukan pencegahan atas kondisi tersebut, seperti dengan menerapkan pola hidup sehat dan mulai menjauhi alkohol jika tidak ingin sirosis ataupun kanker hati mengancam nyawa Anda dan keluarga.

Sumber : hellosehat.com/ – autoimun.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*